Menindaklanjuti arahan Bapak Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengenai fokus penghijauan di 54 Green Belt Bendungan, Pada hari Minggu-Senin, 25-26 Oktober 2020 telah dilaksanakan kegiatan survey yang di pimpin oleh Bapak Ir. Soedhirman, MM (Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat), bersama tim BBWS Cimanuk Cisanggarung dan diikuti oleh tim Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) Kementerian PUPR di Bendungan Sedong, Bendungan Jati Gede dan Bendungan Cipanas di Sumedang Jawa Barat.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Bendungan Sedong, Bendungan Sedong yang secara teknis masuk di dalam pengelolaan dan pembinaan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, merupakan bendungan yang direncanakan dibangun dalam rangka penyediaan air irigasi bagi perkebunan tebu untuk menunjang operasi pabrik gula Sindanglaut pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1918. Dengan adanya perubahan dinamika sosial ekonomi dan kependudukan saat ini Bendungan Sedong lebih berfungsi untuk mengairi lahan irigasi di wilayah Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon dan sekitarnya seluas  629 ha, memiliki daya tampung air sebesar 1.921.000 m3 serta berguna bagi pengendalian banjir. Bendungan Sedong memanfaatkan aliran air dari Sungai Cisatak.

Bapak Ir. Soedirman, MM memberikan arahan serta masukan agar selama musim kering area pasang-surut bendungan tetap dijaga agar tidak ada warga yang melakukan kegiatan produktif di area tersebut. Selain itu beliau juga menyampaikan agar pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung memberikan saran kepada Bapak Menteri PUPR untuk diadakan pengerukan sedimentasi agar terjadi peningkatan kapasitas waduk di Bendungan Sedong.

Tim melanjutkan survey di Bendungan Jati Gede dan Bendungan Cipanas keesokan harinya. Dalam kunjungan Tim ke Bendungan Jati Gede, Tim langsung mengadakan rapat kecil untuk membahas area-area yang akan menjadi titik fokus penghijauan. Dalam rapat Bapak Ir. Soedhirman, MM menyampaikan agar di sekitar area green belt tidak hanya ditanami pohon, namun tanaman-tanaman yang memiliki nilai ekonomis. Sekaligus pada tanggal 03 Desember 2020 berbarengan dengan Hari Bakti PUPR akan dilaksanakan serentak di 54 Bendungan yang telah disepakati. Yang diinginkan Bapak Menteri PUPR adalah Proyek Infrastruktur yang berbasis tumbuhan dan terdapat impact yang bermanfaat. Beliau juga menegaskan diharapkan di Bendungan Jati Gede dapat dibangun Museum dan Menara Pandang di beberapa titik lokasi.

Bapak Ir. Sumudi Kartono, Sp1 juga menyampaikan bahwa untuk kegiatan penghijauan kita perlu kerahkan masyarakat melalui IPPU dan BBWS/BWS, serta aspek legal dari tanah-tanah tersebut harus disiapkan.

Setelah itu, Tim melanjutkan survey menuju ke Bendungan Cipanas. Bendungan Cipanas termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Bendungan ini direncanakan memiliki daya tampung sebesar 250.000.000 m3, dan akan mengairi jaringan irigasi seluas 7.432 ha untuk lahan pertanian di Kabupaten Sumedang dan sebagian Kabupaten Indramayu.

Kontributor : Cimanuk Cisanggarung

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here