Survei Teknologi Tepat Guna ABSAH (Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan) di Provinsi Bali

2
686

Subdit OP Sungai & Pantai dan Sekretariat Pokja Revitalisasi GN-KPA melaksanakan Survei Teknologi Tepat Guna ABSAH (Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan) di Provinsi Bali dengan lokasi di Banjar Sangketan Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selamadeg, Kabupaten Tabanan, Bali.

Adapun Tim yang melakukan survei, yaitu: Ibu Dwi Aryani Semadhi Kubontubuh, ST., Sp.1 (Kasubdit O & P Sungai dan Pantai, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan), Bapak Ir. Sumudi Kartono, Sp.1 (Sekretaris Sekretariat Pokja Revitalisasi GN-KPA, Kementerian PUPR), Bapak Hegi Daniel Mulya, ST ( Staf Sekretariat Pokja Revitalisasi GN-KPA, Kementerian PUPR) dan Ibu Rizky Puteri Mardiani, ST (Staff O&P 1 BWS Bali-Penida).

Survei ke Banjar Sangketan Kerta, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selamadeg, Tabanan, Bali. untuk bertemu dengan Bapak I Gusti Made Rus Alit yang menciptakan pompa hydram (tanpa energi listrik) sehingga dapat mengalirkan air ke tempat-tempat yang mengalami kesulitan air. Bapak IGM Rus Alit merupakan Pendiri Bali Appropriate Technology Institute (BATI). BATI adalah Kompleks rumah percontohan dan pembelajaran teknologi tepat guna untuk keseharian terutama akses air dan biogas secara swadaya sejak tahun 1975. Berkat kemampuannya membuat pompa air tanpa energi listrik, Rus Alit bisa keliling dunia untuk menerapkan ilmunya. Banyak Mahasiswa dan Ahli Hidraulik baik dari dalam negeri maupun luar negeri telah datang secara langsung di Kompleks BATI ini. Selama ini, Bapak Rus Alit telah membantu krama subak dan warga sekampungnya dalam memenuhi kebutuhan air, dengan biaya murah. Menurut Bapak Rus Alit memanfaatkan aliran Tukad Yeh Le, yang merupakan anak Sungai Yeh Otan, untuk diangkat ke sekitar rumahnya menggunakan beberapa pompa hidrolik. Dengan mengangkat aliran air Tukad Yeh Le menggunakan pompa hidrolik, Rus Alit mampu membantu memenuhi kebutuhan akan air bagi warga sekitar.

Hasil karya Bapak Rus Alit antara lain: Pompa Air yang dikenal dengan nama Pompa Rus, Kolam Aqua Ponik, air siap minum, membuat Bendung dengan dana yang murah pada masa konstruksinya, serta membuat Pembangkit Listrik dengan menggunakan tenaga air. Semua karya Bapak Rus Alit ini dibuat secara gravitasi.

Peralatan ‘Pompa Rus’ ini berfungsi untuk memompa air hujan yang telah ditampung di dalam tanah. Kekuatan aliran Pompa Rus ini sekitar 20 liter/menit. Bak penampung air tertanam di bawah tanah sekitar 3 meter. Jika hujan, air dari talang jatuh ke permukaan rumput yang diisi saringan, kemudian mengalir ke bak dalam tanah. Permukaan atas bak juga tertutup rapat, hanya menyisakan lubang tersambung pipa paralon dengan klep. Jika pipa ditekan, klep membuka, maka air keluar dari Pompa Rus.

Selain itu, ada sistem Kolam Aqua Ponik di bagian atas kompleks BATI, cara menyaring dengan melewati tumbuhan (Tanaman Eceng Gondok dan Kelor) lalu disaring dengan lapisan kerikil dan pasir, lalu keluarkan ke Bilik Mandi yang dimana air bekasnya disaring lagi dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok dan Kelor.

Tenaga Pembangkit Listrik dengan menggunakan tenaga air. Dengan menggunakan pompa lalu pipa air dihubungkan dengan dinamo kemudian menjadi listrik. Selain itu terdapat drum bekas yang dipanaskan dengan sinar matahari untuk menghasilkan air panas.

Kami juga ditunjukan bahwa terdapat 2 bendung yang dibuat secara swadaya dengan masyarakat sekitar yaitu menggunakan batu-batu besar di sungai tersebut, lalu dicampur dengan semen dengan dana yang digunakan sangat murah. Adapun bendung ini dibuat untuk membantu meninggikan air sungai untuk dialirkan dengan jalur irigasi ke persawahan. Jika terjadi hujan, maka aliran sungai tersebut dapat melimpas dari bendung tersebut untuk dibuang ke sungai. Adapun pembuatan bendung ini tidak merusak fungsi air Tukad Yeh Le.

Menurut Bapak Rus Alit dalam wawancaranya di Kick Andy, Pompa Rus ini telah digunakan di 54 Negara yang mengalami krisis air. Pompa Rus ini paling laris di Australia dan Papua Nugini. Sedangkan untuk di Indonesia, Bapak Rus Alit telah membantu terapkan pompa air hasil karyanya di sejumlah kawasan, seperti Bangli, Karangasem, dan Tabanan. Khusus di Tabanan, beliau sudah membantu beberapa desa, seperti Desa Gerokgak (Kecamatan Tabanan) dan Desa Sarin Buana (Kecamatan Selemadeg).

Melihat semua alat yang sederhana, namun bermanfaat besar bagi kehidupan. Maka alat-alat Bapak Rus Alit ini dapat diadopsi sebagai teknologi terapan pada kegiatan GN-KPA. Bapak Rus Alit bersedia jika diminta untuk menjadi Narasumber, namun harus dihubungi 1 (satu) bulan sebelumnya, karena Bapak Rus Alit selama ini tinggal di Australia.

Kontributor : Bali Penida

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here