1. Kunjungan Ke Kantor Bupati Kabupaten Garut

Sekretariat Pokja Revitalisasi GN-KPA ditugaskan untuk mengikuti Kunjungan Bersama Tim Dewan Sumber Daya Air Nasional terkait dengan DAS Kritis di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bersama Tim Dewan Sumber Daya Air Nasional melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Garut untuk mengikuti Rapat Pembahasan kondisi kritis DAS Cimanuk dan Penanganannya bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Cimanuk-Citanduy, SKPD Kabupaten Garut dan TKPSDA Cimanuk. Adapun Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Garut (Bapak H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP).
Berdasarkan paparan Bapak Ir. Rukma Dayadi, M.Si (Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Cimanuk-Citanduy), BPDASHL Cimanuk-Citanduy menaungi 17 Kabupaten/Kota antara lain 14 Kab/Kota di Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Cirebon, Bandung, Kota Tasikmlaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Subang, Bandung) dan 3 Kab/Kota di Jawa Tengah (Cilacap, Banyumas dan Brebes). Berdasarkan RPDAS Tahun 2015-2019, DAS Cimanuk termasuk dalam 9 DAS Rawan Bencana dengan. berstatus dipulihkan. Menurut Tingkat Bahaya Erosi Sub DAS 50 % lahan di wilayah DAS Cimanuk khususnya di SubDAS Cimanuk Hulu memiliki Tingkat Bahaya Erosi Berat dan Sangat Berat.

Adapun Kabupaten Garut memiliki luas 3.065,19 km2 dan kawasan lindung seluas kurang lebih 261.256,88 ha atau 84,99%, Konstribusi terhadap luas KL Jawa Barat kurang lebih 14 %, Air DAS Cimanuk memiliki 78 juta m3 dan termasuk Daerah Hulu DAS Prioritas (DAS Cimanuk). Permasalahan kondisi Lingkungan Kabupaten Garut, antara lain : Indeks Kesesuaian Kawasan Lindung (IKKL) hanya mencapai 39,04%, memiliki Lahan Kritis seluas + 61.000-80.000 Ha, Potensi Bahan Pencemar lingkungan, Kepedulian masyarakat masih rendah dan Tidak Ada Imbal Jasa dari pengguna Jasa Lingkungan Terhadap Penghasil jasa Lingkungan, ungkap Bapak Rukma Dayadi menambahkan.
Selain itu Bapak Rukma Dayadi menyampaikan bahwa Kabupaten Garut pernah mengalami Banjir Bandang akibat Kerusakan Hutan dan Lahan pada tahun 2016 dan 2020. Untuk itu BPDASHL Cimanuk-Citanduy melakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) bersama BBKSDA Jawa Barat dan Perhutani seluas 12.695,11 Ha. Adapun Jenis Bibit yang ditanam antara lain : Petai, Durian, Nangka, Kayu manis, alpukat, Jengkol, Kemiri, Mangga, Rambutan, Jambu Kristal, Sukun, Manggis dan Kopi. Selain itu dibuat Bangunan KTA (Sipil Teknis) antara lain : Dam Penahan, Gully Plug, Embung dan Sumur Resapan.

Setelah melakukan diskusi bersama, adapun kesimpulan rapat yang diambil antara lain :
1. Dalam Penyelamatan DAS Cimanuk perlu tanggung jawab bersama dan penguatan penegakan hukum;
2. Kegiatan penyelamatan lingkungan telah dilakukan oleh BPDAS Cimanuk-Citanduy, diharapkan dapat terus dilakukan dan melibatkan masyarakat;
3. Pemerintah daerah tidak dapat mengatur penyelamatan mata air secara langsung, tetapi dilakukan dengan pengaturan RT/RW;
4. Pemerintah daerah berharap kedepan Kabupaten Garut dapat menjadi Kabupaten Konservasi.
5. Adapun permasalahan di DAS Cimanuk terutama di Kabupaten Garut dapat diangkat ke dalam Renstra Dewan Sumber Daya Air Tahun 2020- 2030.

2. Kunjungan Ke Arboretum Legok Pulus

Kunjungan selanjutnya adalah tim menuju ke Arboretum Legok Pulus, Kabupaten Garut. Arboretum Legok Pulus merupakan salah satu Mata Air Sungai Cimanuk. Arboretum berasal dari kata arbor yang berarti pohon, dan retum yang berarti tempat. Sedangkan Arboretum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan.
Luas Arboretum Legok Pulus sebesar 11 ha dan terdiri dari 3 bagian. Tanaman yang ditanam antara lain kopi, trembesi, lemon, jeruk dan manga. Kedepannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat akan diarahkan penanaman tanaman bukan kayu (Kayu Putih, Cengkeh, dll) yang sesuai dengan kecocokan terhadap tanah dan iklim arboretum Legok Pulus.

Selain itu dilakukan pembahasan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi di Kabupaten Garut bersama Bapak Ir. Imam Mustofa Selain itu diharapkan agar masyarakat dapat mengurangi penanaman tanaman sayur pada daerah kemiringan lebih dari 30 ⁰ sehingga ketika terjadi hujan tanaman kayu dapat menyerap air hujan tersebut untuk mencegah banjir dan longsor.

3. Kunjungan Ke Darajat Pass

tim melakukan survei ke Darajat Pass, Kabupaten Garut untuk melihat Perambahaan Kawasan Hutan untuk Budidaya Pertanian Intensir dengan Pengolahan Lahan yang Tidak Memperhatikan Kaidah Konservasi Tanah dan Air. adapun tim menemukan bahwa tanaman yang ditanam tidak sesuai dengan kondisi kemiringan tanah (Tanaman Kentang dan sayur) dan pola penanaman yang tidak sesuai (tidak melakukan tersering). Hal ini menyebabkan air tidak dapat tertampung dan menyebabkan banjir di wilayah Hulu DAS Cimanuk.

4. Kunjungan Ke Bendung Copong

Bendung Copong berfungsi untuk menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk sehingga bisa dialirkan ke saluran irigasi hingga musim kemarau. Bendung Copong dan jaringan irigasi di daerah irigasi Leuwigoong ini akan mengairi areal sawah di 11 kecamatan di Garut seluas 5.313 hektare (ha).

Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan bahwa pada bangunan bending banyak tanaman enceng gendok yang menggangu aliran sungai tersebut,.menurut penanggung jawab Bendung copong, Bapak Andre, pengejaan normalisasi pada Bendung Copong terhenti akibat, berhentinya dana operasional normalisasi tersebut. Tim survei akan melakukan pelaporan kepada BBWS Cimanuk-Cisanggarung sehingga pengerjaan pengerukan dan normalisasi pada Bendung Copong dapat diteruskan.

Dalam kegiatan ini juga ada kunjungan mendadak oleh Komandan Kodim (Dandim) 0611/Garut (Letkol CZI Dr Deni Iskandar ST, M Han, MDM, CAN). Dalam pertemuan singkat bersama Tim DSDAN, beliau menegaskan bahwa Pihak Kodim 0611/Garut yang berada dibawah Korem 062/Tarumanegara siap bekerja sama dengan para pihak terkait dalam kegiatan penyelamatan DAS Cimanuk, pungkasnya.

Kontributor : Cimanuk Cisanggarung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here